Pengendalian Banjir dan Kekeringan Berbasis DAS

rev23FEB

Kemandirian DAS dalam menyeimbangkan neraca air saat ini perlu adanya infrastruktur sumber daya air yang bermanfaat dlm konservasi sumber daya air. Jenis infrastruktur konservasi sumber daya air ini berupa tampungan-tampungan air, dari yang besar sampai yang kecil.
Untuk pembangunan infrastruktur tampungan air yg skala besar, seperti : bendungan. Posisi bendungan yang efektif dalam mengendalikan banjir di DAS adalah di tengah-tengah DAS atau zona tengah DAS. Seperti rumus HSS (Hidrograf Satuan Sintetik) Gama 1, dimana ada 7 parameter yang salah satunya adalah titik berat DAS. Titik berat DAS akan terletak di tengah2 DAS.
Bila kondisi tidak memungkinkan dibangun waduk di zona tengah DAS, maka bisa dibuat alternatif longstorage cascade di zona tengah DAS. Alternatif tersebut disimulasikan sehingga kinerja pengendalian banjir mendekati bila membangun waduk di tengah DAS pada in stream.
Bila alternatif pembangunan longstorage cascade di zona tengah DAS blm efektif, maka perlu dibangun waduk muara (eustary dam) dengan bantuan pompa banjir.
Keuntungan lain tampungan-tampungan air tersebut, di musim kemarau bisa menjadi sumber air untuk mengatasi kekeringan, dengan pola operasi tertentu.
Selain itu, tampungan air skala sedang, seperti embung, kolam retensi dan lain-lain dapat dibangun di off stream pada DAS.
Dan tampungan air skala kecil, seperti PAH (Penampungan Air Hujan), ABSAH (Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan) bisa dibangun pd kawasan permukiman.

Semoga bermanfaat.

rev23FEB

Bendungan Gondang, Kab. Karanganyar Jawa Tengah, Sumber gambar : BBWS Bengawan Solo

print

Bagikan :
FacebookTwitterGoogle+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X