Serah Terima Program ABSAH dan Air Gambut, Jadikan Pilot Project bagi Pemerintah Daerah di Kalimantan Barat

absah

Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan I Pontianak melalui Air Tanah dan Air Baku SNVT PJPA, melakukan serah terima program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) dan air gambut yang dilaksanakan dengan metode pelaksanaan Swakelola di 3 (tiga) lokasi di Kabupaten Kubu Raya pada hari Jumat, (18/12/2020). Lokasi pertama terletak di desa Sungai Kakap tepatnya di Masjid Baiturrahim, lokasi kedua Pesantren Al-Bahjah di Sungai Itik, dan lokasi ketiga Pesantren Al-Habib Sholeh bin Alwi Al-Haddad di Sungai Ambawang. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala BWS Kalimantan I Pontianak beserta Wakil Ketua Komisi DPR-RI V.

BWS Kalimantan I Pontianak menerapkan teknologi ABSAH dan air gambut sebagai sumber air baku masyarakat yang ada di daerah Sungai Kakap dan Sungai Ambawang. Air ABSAH sendiri menggunakan air hujan sebagai bahan baku utama untuk dikonsumsi menjadi air minum dan instalasi air gambut diproses digunakan untuk mandi dan mencuci.

Teknologi ABSAH ini merupakan Infrastruktur penyediaan air baku mandiri dengan prinsip kerja menampung air hujan dan air gambut dalam tampungan disaring dengan media akuifer buatan. Penerapan teknologi ini juga sangat membantu penyediaan air bersih dan air minum masyarakat yang memenuhi baku mutu untuk melayani standar kebutuhan air baku di lingkungan masyarakat.

Menurut Kepala BWS Kalimantan I Dwi Agus Kuncoro, ST.,MM.,MT, masyarakat Kalimantan Barat memiliki kearifan lokal budaya dalam menampung air hujan, sehingga pembangunan program ABSAH dan air gambut ini layak untuk dibangun agar dapat diolah menjadi air bersih untuk dikonsumsi ataupun untuk keperluan rumah tangga. 

“Di Kalimantan Barat itu sendiri durasi curah hujan yang bisa dikatakan singkat namun sering terjadi hujan, dengan menggunakan teknologi yang murah ini kita dapat memanfaatkan sumber air yang ada disini, sehingga dapat dijadikan pilot project percontohan untuk pemerintah daerah kabupaten dan provinsi sehingga semakin banyak gebrakan yang menyebar merata di Kalimantan Barat,” ucap Dwi Agus Kuncoro.

Syarif Abdullah Alkadrie, SH.,MH, selaku Wakil Ketua Komisi DPR-RI V mengatakan, dengan pembangunan ABSAH ini diharapkan dapat dijadikan solusi bagi daerah-daerah yang belum terjamah oleh air bersih.

“Saya mengucapkan terima kasih atas pembangunan ABSAH ini, saya kira ini baik dan tentu menjadi hal yang positif, di Sungai Kakap khususnya air bersih belum tersedia, artinya air disini cukup sulit disepanjang tahun, apalagi ketika memasuki musim kemarau, ketersediaan air bersih masih sangat minim. Dengan dibangunnya ABSAH ini paling tidak bisa membantu masyarakat dalam rangka menggunakan air bersih yang sesuai standar untuk air minum dan kebutuhan sehari-hari,” ungkap Syarif Abdullah Alkadrie.

absah

Serah terima program Akuifer Buatan Simpanan Air Hujan (ABSAH) dan air gambut di Kabupaten Kubu Raya

 

print
Bagikan :
FacebookTwitterGoogle+

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

X

Pin It on Pinterest

X